Rabu, 26 Juli 2017

Teknologi Li-fi , Teknologi Yang di gadang - gadang mengganti Wi-fi




Teknologi yang semakin berkembang sangat pesat memang membuat kita sebagai pengguna terbantu sekaligus terkadang dibuat kewalahan. Dari sekian banyak #teknologi tersebut mungkin saja ada beberapa diantaranya yang sudah membuat kita puas. Namun tahukah Anda bahwa diluar sana para ahli masih terus menerus berinovasi dan mengembangkan teknologi yang telah ada. Salah satu teknologi yang saat ini telah diinovasikan adalah Wi-Fi.
Wi-Fi yang kita kenal sebagai teknologi nirkabel untuk sebuah jaringan internet, mungkin sebentar lagi akan berubah. Hasil pecobaan yang dilakukan oleh Oxford University dan University College baru-baru ini mendapatkan hasil sistem bernama Li-Fi,  sebuah teknologi di mana cahaya dijadikan sebagai medium pengantar data yang bisa mentransfer data dengan kecepatan mencapai 100 Gbps.
Kecepatan yang mencapai berkali-kali lipat lebih kencang dari Wi-Fi ini disinyalir akan menjadi teknologi teranyar jaringan nirkabel yang akan menggantikan Wi-Fi. Lalu seperti apakah teknologi Li-Fi ini sendiri sebenarnya? Berikut ulasannya.

Apa Itu Li-Fi?

Li-Fi sendiri merupakan akronim dari Light Fidelity yaitu sebuah jaringan nirkabel untuk sistem komunikasi yang menggunakan cahaya sebagai medianya. Dan teknologi ini tidak lagi memakai frekuensi radio konvensional pada Wi-Fi. Teknologi yang bisa mentransfer data hingga 100 Gbps ini telah  sukses didemonstrasikan pada sepasang smartpohon Casio di Consumer Electronics Show tahun 2012 di Las Vegas.

Bagaimana Cara Kerja Li-Fi?

Untuk membuat Li-Fi ini bekerja, Anda membutuhkan dua sumber cahaya yang berada pada masing-masing ujung perangkat. Sumber cahaya yang bisa digunakan yaitu LED atau detektor foto (Light Sensor). Saat cahaya LED menyala, cahaya sensor pada ujung perangkat lainnya akan mendeteksinya dan mengartikannya sebagai biner 1.
Lalu seperti apa sebuah data dapat dikirimkan dengan teknologi Li-Fi ini? Dalam jumlah cahaya LED tertentu tadi, sebuah pesan akan dapat dikirimkan dan kemudian ditangkap oleh detector cahaya pada perangkat lainnya.

Apa Itu Li-Fi, Teknologi Yang Digadang-gadang Menggantikan Wifi

Apa Itu Li-fi
Teknologi yang semakin berkembang sangat pesat memang membuat kita sebagai pengguna terbantu sekaligus terkadang dibuat kewalahan. Dari sekian banyak #teknologi tersebut mungkin saja ada beberapa diantaranya yang sudah membuat kita puas. Namun tahukah Anda bahwa diluar sana para ahli masih terus menerus berinovasi dan mengembangkan teknologi yang telah ada. Salah satu teknologi yang saat ini telah diinovasikan adalah Wi-Fi.
Wi-Fi yang kita kenal sebagai teknologi nirkabel untuk sebuah jaringan internet, mungkin sebentar lagi akan berubah. Hasil pecobaan yang dilakukan oleh Oxford University dan University College baru-baru ini mendapatkan hasil sistem bernama Li-Fi,  sebuah teknologi di mana cahaya dijadikan sebagai medium pengantar data yang bisa mentransfer data dengan kecepatan mencapai 100 Gbps.
Kecepatan yang mencapai berkali-kali lipat lebih kencang dari Wi-Fi ini disinyalir akan menjadi teknologi teranyar jaringan nirkabel yang akan menggantikan Wi-Fi. Lalu seperti apakah teknologi Li-Fi ini sendiri sebenarnya? Berikut ulasannya.

Apa Itu Li-Fi?

Li-Fi sendiri merupakan akronim dari Light Fidelity yaitu sebuah jaringan nirkabel untuk sistem komunikasi yang menggunakan cahaya sebagai medianya. Dan teknologi ini tidak lagi memakai frekuensi radio konvensional pada Wi-Fi. Teknologi yang bisa mentransfer data hingga 100 Gbps ini telah  sukses didemonstrasikan pada sepasang #smartphone Casio di Consumer Electronics Show tahun 2012 di Las Vegas.

Bagaimana Cara Kerja Li-Fi?

Untuk membuat Li-Fi ini bekerja, Anda membutuhkan dua sumber cahaya yang berada pada masing-masing ujung perangkat. Sumber cahaya yang bisa digunakan yaitu LED atau detektor foto (Light Sensor). Saat cahaya LED menyala, cahaya sensor pada ujung perangkat lainnya akan mendeteksinya dan mengartikannya sebagai biner 1.
Lalu seperti apa sebuah data dapat dikirimkan dengan teknologi Li-Fi ini? Dalam jumlah cahaya LED tertentu tadi, sebuah pesan akan dapat dikirimkan dan kemudian ditangkap oleh detector cahaya pada perangkat lainnya.


Selanjutnya teknologi Li-Fi ini akan memakai beberapa warna pada cahaya LED. Jika warna-warna ini menyala bersama-sama maka hal ini akan menciptakan bangunan informasi yang sangat besar untuk dikirimkan secara sekaligus.
Saat ini saja hanya dengan penggunaan laser warna hijau dan laser warna merah dengan bersamaan sebuah data bisa terkirim pada kecepatan 1 Gbps. Bagaimana jika teknologi ini menggunakan banyak warna? Tentu saja kecepatannya akan mencapai berkali-kali lipat.

Mengapa Li-Fi Begitu Cepat?

Li-Fi yang memiliki kecepatan data berkali-kali lipat dibandingkan dengan Wi-Fi ini disebabkan karena jenis LED yang merupakan semikonduktor punya sifat berbeda dari jenis lampu lain. Dengan sifat dan ciri-ciri seperti ini membuat LED mampu untuk beralih on dan off dalam beberapa nanodetik atau miliar detik.
Nanodetik ini jika dikonversikan dalam kecepatan data setara dengan 1 Gbits/s. Maka dari itu saat Wi-Fi hanya bisa mencapai 100 Mbits/s kecepatan data, maka ini artinya Li-Fi memiliki kecepatan 10 kali lebih cepat dari Wi-Fi.

Keuntungan Dan Keunggulan Li-Fi

Keuntungan menggunakan Li-Fi ini adalah memudahkan siapa saja untuk mengakses internet dimana pun bahkan di wilayah terpencil sekalipun yang tidak bisa dijangkau oleh kabel optik. Selain itu Li-Fi juga dapat digunakan mengontrol kondisi lalu lintas dengan cara menempatkan teknologi baru ini ke LED mobil.
Fungsi yang sama ternyata juga dapat diterapkan dengan lampu overhead pesawat. Keunggulan lain dari teknologi Li-Fi adalah mampu mengurangi polusi elektromagnetik yang dihasilkan oleh gelombang radio.

Kelemahan Li-Fi
Meski memiliki banyak keunggulan teknologi Li-Fi juga masih memiliki beberapa kelemahan dibanding sistem Wi-Fi konvensional. Li-Fi yang diterapkan secara base station pada langit-langit ruangan ini membutuhkan direct line of sight atau “pandangan” langsung ke perangkat tujuan. Direct line ini ternyata juga harus dilengkapi receiver khusus, seperti koneksi infra red pada gadget jadul.
Selain itu, perangkat tujuan ini harus tidak boleh dipindah-pindahkan. Dari perkembangan yang ada, teknologi Li-Fi juga menyimpan banyak tantangan antara lain membutuhkan line-of-sightyang sempurna untuk mengirimkan data. Tantangan berat lainnya yaitu cara mengirimkan kembali data ke pemancar secara optimal

Sabtu, 22 Juli 2017

Tiongkok tegaskan pelarangan Menggunakan VPN pada tahun 2018




Pemerintah Tiongkok dilaporkan akan makin ketat membatasi akses pengguna internet di negaranya. Menurut rencana, pemerintah akan memblokir seluruh akses internet yang memanfaatkan virtual private networks (VPN).
Dikutip dari Telegraph, Jumat (14/7/2017), pemerintah Tiongkok telah meminta tiga operator di negara tersebut menutup akses internet via VPN mulai Februari 2018. Rencana ini sebetulnya sudah terdengar awal tahun ini.


Melalui Kementerian Industri dan Teknologi Informasi, pemerintah Tiongkok telah mengumumkan penggunaan VPN merupakan tindakan ilegal dan termasuk aksi kriminal. Menurut kementerian, langkah ini merupakan upaya guna membersihkan akses internet lewat jaringan ilegal.
Sekadar informasi, Tiongkok memang dikenal sangat ketat membatasi akses internet di wilayahnya. Sejumlah akses ke beberapa layanan populer seperti Google, Facebook, Twitter, dan Instagram bahkan tak dapat dilakukan sepenuhnya.

Namun sistem pemblokiran yang dikenal sebagai Great Firewall ini memang masih dapat diakali dengan memanfaatkan VPN. Karenanya, setelah peraturan ini diteken pemerintah, akses ke sejumlah layanan dengan VPN dipastikan tak dapat lagi dilakukan.

Keputusan ini ternyata bukannya tanpa protes. Sejumlah pihak sejak lama telah melayangkan kritik terhadap pembatasan akses internet. Salah satu pihak yang cukup vokal adalah akademisi karena mereka akan kesulitan untuk mengakses jurnal atau berkomunikasi dengan universitas lain.
Tiongkok bukan satu-satunya negara yang memblokir akses internet secara ketat. Negara lain seperti Mesir, Rusia, Kuba, Bahrain, Turki, dan Vietnam juga memblokir sejumlah media sosial dan membatasi gerak pengguna internet. 

3 tips agar WI-FI kamu tidak mudah Di bajak






Sebagian besar dari kamu pasti memiliki Wi-Fi di rumah, atau modem yang di bawa ke mana-mana. Ada beberapa kegunaan Wi-Fi seperti menghemat kuota, dan bisa berbagi akses dengan orang terdekat. Namun bagaimana jika orang asing iseng membajak Wi-Fi milik kamu?
Mereka tidak hanya dapat akses internet cuma-cuma. Lebih dari itu, mereka bisa mengintip hasil browsing dan data kamu. Tapi jangan khawatir, ada lima hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegah itu terjadi, sebagaimana dikutip dari laman Telegraph, Rabu (19/7/2017). 


1. Rutin Mengganti Password Wi-Fi
Ini adalah cara yang paling sederhana untuk mengamankan Wi-Fi. Kamu bisa melakukannya melalui pengaturan router. Biasanya, ada panduan untuk mengubah kata sandi di tiap router.
Pilihlah kata sandi yang mudah diingat, tapi cukup sulit dibajak. Lebih baik lagi menggunakan gabungan huruf kecil, kapital, dan angka. Meskipun agak merepotkan, tapi lebih baik mencegah daripada memperbaiki, bukan?
2. Cek Pengguna Wi-Fi
Setelah mengubah kata sandi Wi-Fi, beberapa pengaturan lain perlu dilihat. Di laman pengaturan, biasanya terdapat daftar siapa saja yang sedang menggunakan Wi-Fi kamu. Jika ada gawai asing, kamu perlu mewaspadainya.
3. Gunakan Aplikasi untuk Memantau
Ada tips tambahan, yaitu menggunakan aplikasi. Misalnya saja Fing yang tersedia untuk Android dan iOS. Untuk pengguna Windows bisa gunakan Acrylic Wi-Fi, sedangkan untuk macOS, gunakan Who Is On My Wi-Fi.
Semua aplikasi di atas tersedia secara gratis dan membantu kamu memantau jaringan Wi-Fi.

Alasan Korban WannaCry Tak Boleh Bayar Tebusan ke Hacker



Akhir minggu lalu, penduduk dunia tak terkecuali Indonesia dikejutkan dengan serangan ransomware WannaCry. Ransomware 'licik' ini menyerang komputer milik berbagai organisasi dan secara otomatis mengenkripsi data-data, kemudian si hacker bakal meminta tebusan atas data yang disandera itu.
Ahli keamanan dari perusahaan siber seperti Kaspersky Lab dan lainnya menyarankan korban untuk tidak membayarkan tebusan yang diminta hacker. Apa alasannya?
Pre-Sales Specialist Kaspersky Lab Indonesia Jemmy Handinata mengatakan, jika korban membayar tebusan ke hacker, penjahat siber itu bakalan senang dan merasa aksinya diapresiasi. Oleh karenanya, besar kemungkinan para hacker akan kembali melakukan aksi jahatnya ketika korban memberi tebusan.
"Kami rekomendasikan agar korban tidak memberikan tebusan pada pelaku, karena saat kita bayar, kita memberikan mereka supply uang supaya mereka terus bekerja lagi. Ibaratnya seperti memberikan gaji pada hacker agar mereka melakukan serangan lagi," kata Jemmy ditemui usai peluncuran antivirus Kaspersky Small Office Security untuk UKM di Jakarta, Jumat (19/5/2017).
Meski begitu, Jemmy menyebut kalau ke depannya tren serangan siber dalam bentuk ransomware atau malware bakal terus meningkat.
"Ibaratnya, ini kayak tahap awal, ke depan pasti akan ada lagi. Sebenarnya, serangan siber itu banyak, tetapi tidak terlalu tereskpos ke publik, Mungkin hanya kalangan IT yang tahu," ujar Jemmy.
WannaCry sendiri, menurut Jemmy bisa tersebar masif lantaran si pelaku menggunakan celah keamanan Windows yang ditemukan oleh pihak lain. Karena ia berhasil mencuri celah keamanan di OS yang masif digunakan di seluruh dunia, maka peredarannya bisa sangat luas, hingga menyerang hampir 300 ribu unit komputer di 150 negara.
Tak mustahil juga kalau celah keamanan ini dimanfaatkan oleh pihak lain untuk menyerang dengan malware jenis lainnya.
Untungnya, saat ini penyebaran ransomware WannaCry telah menurun drastis dibandingkan akhir pekan lalu.
"Namun bukan tidak mungkin hacker atau pelaku serangan siber lainnya berhenti menyebarkan malware lainnya. Malware dengan nama lain pasti akan ada lagi," ucap Jemmy
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html